Menjadi Ayah yang Mulia di Mata Allah dan Dibanggakan Oleh Anak

Dalam Islam, seorang ayah memiliki kedudukan yang sangat mulia. Ia bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pemimpin, pendidik, dan pelindung bagi keluarganya. Tanggung jawabnya besar, namun di balik itu Allah juga menjanjikan pahala yang besar bagi ayah yang menjalankan amanahnya dengan baik.

Salah satu keutamaan ayah adalah sebagai pemimpin dalam keluarga. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap laki-laki adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Artinya, ayah bertugas menjaga istri dan anak-anaknya, bukan hanya dari kekurangan materi, tetapi juga dari kelalaian dalam agama.

Ayah juga memiliki keutamaan sebagai pendidik pertama bagi anak. Anak belajar banyak dari sikap dan kebiasaan ayahnya. Cara ayah berbicara, bersikap, dan beribadah akan menjadi contoh yang direkam kuat dalam ingatan anak. Ayah yang rajin shalat, jujur, dan lembut dalam berbicara, insya Allah akan melahirkan anak yang meneladani kebaikannya.

Selain itu, nafkah yang diberikan ayah kepada keluarga adalah sedekah yang berpahala. Setiap usaha mencari rezeki yang halal demi keluarga dicatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah.

Lalu, bagaimana agar ayah bisa menjadi sosok yang dibanggakan anak?

  1. Perbaiki hubungan dengan Allah. Ayah yang dekat dengan Allah akan lebih bijak dalam bersikap.
  2. Luangkan waktu untuk anak. Bukan hanya memberi uang, tapi juga perhatian dan kasih sayang.
  3. Jadilah teladan, bukan hanya pemberi perintah. Anak lebih mudah meniru daripada mendengar nasihat panjang.
  4. Bersikap lembut dan adil kepada seluruh anggota keluarga.

Menjadi ayah memang tidak mudah. Namun ketika dijalani dengan niat ibadah, setiap lelah akan bernilai pahala. Semoga para ayah muslim dimudahkan menjadi pemimpin yang amanah, dicintai keluarganya, dan dibanggakan anak-anaknya di dunia hingga akhirat. Aamiin yaa Rabbal Alamiin.

Penulis: Indra Rizki