Dalam keluarga Islami, peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah. Ayah adalah pemimpin, pendidik, sekaligus teladan utama bagi anak-anaknya. Kehadiran ayah di rumah memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan krakter, kepercayaan diri, dan keseimbangan emosional anak. Islam memandang ayah sebagai qawwam, penanggung jawab yang membimbing keluarganya menuju kebaikan dan ketakwaan.

Rasulullah ﷺ sendiri memberikan contoh nyata tentang peran ayah yang penuh kasih. Beliau tidak segan bermain dengan anak-anak, menggendong cucunya, serta menunjukkan kelembutan tanpa mengurangi wibawa. Hal ini menegaskan bahwa ketegasan ayah harus berjalan seiring dengan kasih sayang.
Ayah yang terlibat aktif di rumah membantu menciptakan rasa aman pada si kecil. Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung lebih percaya diri, mudah berkomunikasi, dan memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Selain itu, ayah juga berperan penting dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan.
Berikut beberapa tips sederhana agar ayah dapat menjalankan perannya secara optimal di rumah:
- Luangkan waktu berkualitas
Tidak harus lama, yang terpenting adalah kehadiran penuh. Bermain, mengobrol, atau menemani anak belajar sudah sangat berarti. - Jadilah teladan dalam ibadah dan akhlak
Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari apa yang ia lihat. Shalat tepat waktu, berkata jujur, dan bersikap sabar adalah pelajaran berharga. - Dengarkan perasaan dan pendapat anak
Hargai cerita dan emosi mereka. Sikap ini akan menumbuhkan rasa dihargai dan memperkuat ikatan batin. - Bekerja sama dengan ibu
Ayah dan ibu adalah satu tim. Komunikasi yang baik akan menciptakan pola asuh yang seimbang dan harmonis.
Menjadi ayah adalah amanah besar sekaligus ladang pahala. Setiap perhatian, pelukan, dan doa yang dipanjatkan untuk anak akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Dengan kehadiran ayah yg aktif dan penuh cinta, rumah akan menjadi tempat tumbuhnya generasi yang kuat iman, akhlak, dan kepribadiannya.
Penulis: Indra Rizki