Insya Allah, Harta yang Diikhlaskan untuk Aqiqah Akan Berbuah Kebaikan

Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Dalam pelaksanaannya, aqiqah memang membutuhkan harta. Namun, sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk meyakini bahwa harta yang dikeluarkan di jalan kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Insya Allah, harta yang kita gunakan untuk aqiqah justru akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lebih baik.

Harta yang dipakai olh Ayah Bunda untuk aqiqah bukanlah harta yang hilang, melainkan harta yang berubah menjadi keberkahan. Dengan niat yang ikhlas, aqiqah menjadi bentuk syukur kepada Allah atas amanah seorang anak. Rasa syukur inilah yang menjadi kunci datangnya keberkahan, sebagaimana janji Allah bahwa siapa pun yang bersyukur, maka nikmatnya akan ditambah.

Selain sebagai bentuk syukur, aqiqah juga mendatangkan pahala. Daging aqiqah yang dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan mereka yang membutuhkan menjadi sarana berbagi kebahagiaan. Setiap senyum yang hadir dari hasil aqiqah tersebut, insya Allah menjadi amal kebaikan yang mengalir untuk orang tua dan anak yang diaqiqahkan. Walau pasti tak sedikit Ayah Bunda yang merasa ragu karena khawatir kondisi keuangannya untuk aqiqah, apalagi si Kecil yang baru lahir pasti membutuhkan biaya yang besar untuk kebutuhannya sehari-hari.

Maka, selama Allah memberikan kelapangan rezeki, melaksanakan aqiqah adalah langkah kebaikan yang penuh makna. Insya Allah, harta yang digunakan untuk aqiqah akan kembali dalam bentuk yang lebih baik—baik sebagai keberkahan, pahala, maupun kebaikan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Indra Rizki