Aqiqah di Bandung, Cimahi, Padalarang dan Cileunyi

Bagaimana Tata Cara Shalat Wanita yang Sedang Hamil

Hukum shalat bagi Ibu yang sedang mengandung sebetulnya sama dengan yang lainnya, yaitu wajib fardhu ain tidak boleh ditinggal. Oleh karenanya, mereka tetap harus melaksanakan ibadah shalat ataupun ibadah lain yang sifatnya wajib, layaknya seorang muslim lain. | Aqiqah Bandung

Lalu Bagaimana Tata Cara Shalatnya?

Dalam kaidah ushul “kalimat perintah” itu adalah wajib namun lakukanlah semampunya, karena Allah tidak membebani jiwa di luar kemampuannya. Allah berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian. (QS. at-Taghabun: 16)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Apabila aku perintahkan kalian, maka lakukanlah semampu kalian. (HR. Bukhari 7288 & Muslim 1337) | Aqiqah Bandung

Posisi orang yang shalat, ada 3:

  • berdiri, dan ini posisi utama
  • duduk, dan ini posisi pengganti pertama jika posisi berdiri tidak bisa
  • berbaring, dan ini posisi pengganti kedua jika posisi duduk tidak bisa

Dulu ada sahabat bernama Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, beliau terkena bawasir. Ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara shalat, beliau mengatakan,

صَلِّ قَائِمًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا ، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

Shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu, kerjakan sambil duduk, jika tidak mampu, kerjakan dengan berbaring miring. (HR. Bukhari 1117).

Berdasarkan keterangan hadits di atas maka seorang wanita yang sedang mengandung apabila tidak memungkinkan untuk shalat secara sempurna layaknya muslim lain, maka dia bisa shalat dengan berdiri tegak, rukuk sempurna, sujud sempurna, dan duduk sempurna. | Aqiqah Bandung

Apabila tidak bisa berdiri sama sekali, mungkin karena terlalu lelah, maka bisa shalat sambil duduk. Atau dengan duduk bersila. | Aqiqah Bandung

Dari A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan,

رَأَيْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يُصَلِّي مُتَرَبِّعاً

Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dengan duduk bersila.” (HR. Nasa’i 1672, Daruquthni 1499 al-Albani menshahihkan hadits ini) | Aqiqah Bandung

Jika tidak bisa sebagian, dia kerjakan yang bisa dilakukan, sementara yang lain dilakukan dengan isyarat pengganti.

Misalnya, bisa berdiri, tapi tidak bisa rukuk atau sujud. Dalam hal ini, ibu hamil bisa membaca surat sambil berdiri, isyarat rukuk sambil berdiri, seperti membungkuk sedikit sebisanya. Kemudian sujudnya dilakukan dengan isyarat sambil duduk di kursi.

Imam Ibnu Qudamah menjelaskan,

ومن قدر على القيام وعجز عن الركوع أو السجود لم يسقط عنه القيام ويصلي قائما فيومئ بالركوع ثم يجلس فيومئ بالسجود وبهذا قال الشافعي

Orang yang mampu berdiri, namun tidak bisa rukuk dan sujud, maka kewajiban berdiri tidak menjadi gugur baginya. Namun dia tetap shalat sambil berdiri, dan berisyarat ketika rukuk (dengan posisi berdiri). Kemudian duduk dan berisyarat untuk sujud. Dan ini merupakan pendapat as-Syafii. (al-Mughni, 1/813).

Dalam hal ini berlaku kaidah ushul fiqh,

الميسور لا يسقط بالمعسور

Bagian yang mudah, tidak menjadi gugur karena ada bagian yang susah.

Recent Posts

aqiqah cimahi, aqiqah bandung 2019
Aqiqah Gedebage Alhilal

Layanan Aqiqah Gedebage