Aqiqah, Ibadah Sekali Seumur Hidup


Aqiqah merupakan salah satu sunnah muakkadah, atau ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur ayah bunda atas kelahiran seorang anak. Meskipun hukumnya sunnah, banyak ulama yang menekankan pentingnya aqiqah, terutama bagi orang tua yang memiliki kemampuan finansial. Lalu, apa dampaknya jika seseorang mampu namun tidak melaksanakan aqiqah?

Aqiqah: Kewajiban yang Terikat dengan Kemampuan

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (hewan aqiqah) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini secara jelas menunjukkan bahwa aqiqah memiliki kaitan erat dengan keberkahan dan masa depan anak. Ungkapan “tergadaikan” dimaknai oleh para ulama sebagai penahan atau penghalang bagi anak dari kebaikan, syafaat, atau keberkahan tertentu jika aqiqahnya tidak ditunaikan.

Para ulama berpendapat, jika seseorang memiliki kelapangan rezeki namun tidak melaksanakan aqiqah, ia telah meninggalkan sebuah sunnah yang sangat ditekankan. Meskipun tidak berdosa besar, hal ini dapat mengurangi keberkahan dan merupakan bentuk kelalaian terhadap ajaran Rasulullah SAW. Aqiqah bukanlah kewajiban yang berat, melainkan wujud cinta dan syukur orang tua kepada Allah atas anugerah yang luar biasa.

Ibadah Sekali Seumur Hidup

Salah satu keistimewaan aqiqah adalah pelaksanaannya yang hanya sekali seumur hidup bagi setiap anak. Berbeda dengan ibadah lain seperti shalat dan puasa yang rutin, aqiqah menjadi momen unik yang tidak bisa diulang. Setelah anak beranjak dewasa, ia tidak bisa lagi mengaqiqahi dirinya sendiri. Oleh karena itu, tanggung jawab ini sepenuhnya berada di pundak orang tua saat anak masih kecil, idealnya pada hari ketujuh, keempat belas, atau dua puluh satu setelah kelahiran.

Dengan memahami bahwa aqiqah adalah ibadah sekali seumur hidup yang memiliki makna mendalam, seharusnya Ayah bunda yang mampu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Melaksanakan aqiqah berarti kita telah menunaikan hak anak, meneladani Rasulullah, dan merajut kebaikan yang akan kembali kepada keluarga. Jadikanlah kemampuan yang kita miliki sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai alasan untuk menunda atau mengabaikan sunnah-Nya.

Aqiqah Tanpa Ribet dengan Aqiqah di Aqiqah Al Hilal!

Jika Ayah Bunda tidak ingin repot ketika melaksanakan Ibadah Aqiqah untuk si kecil, Ayah Bunda bisa memilih Jasa Aqiqah Al Hilal. Dengan berbagai Keunggulan:

● Domba yang Sehat dan Tanpa Cacat

● Gratis ongkir

● Tempat Pengolahan yang Higienis

● Bersertifikat halal MUI

● Terjamin Enak

● Terpercaya dan Sudah Melayani Ribuan Konsumen

Percayakan aqiqah buah hati Anda kepada kami.

Penulis: Indra Rizki

Info Pemesanan Aqiqah Al Hilal:

CS WA Gegerkalong, Cilame 0812 2242 9223

CS WA Cibiru dan Jalan Golf 0877 0034 7724

CS WA Luar Bandung 0811 2233 1008

Aqiqah Al Hilal, Dobel Pahalanya Soleh Anaknya.